28 Maret, 2012

Optimasi Penentuan Waktu Memasak Buah Kelapa Sawit Dengan Logika Fuzzy Menggunakan MATLAB

hai,,, cukup lama rasanya ga Go-Blogg. Dan berhubung saat ini saya punya tugas kuliah "Pemodelan dan Simulasi Berbasis MATLAB" pada posting kali ini kita akan belajar sedikit mengenai pengaplikasian MATLAB yang saya dapat pada bangku perkuliahan saya di ITN Malang.

munkin cusss langsung ya pada materinya.

OPTIMASI PENENTUAN WAKTU
MEMASAK BUAH KELAPA SAWIT DENGAN LOGIKA FUZZY
 
Abstrak

Model simulasi untuk optimasi penentuan waktu memasak buah kelapa sawit dengan logika fuzzy. Telah dibangun suatu model simulasi untuk mengoptimasi waktu memasak buah kelapa sawit pada suatu proses perebusan. Metode yang digunakan untuk membangun model simulasi dalam optimasi ini adalah logika fuzzy. Dalam penelitian ini sebagai variabel bebasnya adalah jumlah buah kelapa sawit dan tekanan uap air dalam sterillizer, sedangkan sebagai variabel tak bebasnya atau nilai yang dicari adalah waktu memasak buah kelapa sawit.
Defuzzyfikasinya menggunakan metode Mamdani. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, digunakan perangkat lunak MATLAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk optimasi waktu memasak buah kelapa sawit dapat menggunakan logika fuzzy. Dalam penelitian ini yang dibahas baru pada proses  perebusannya saja dan akan dikembangkan untuk pemrograman fuzzy yang ditanam di dalam mikrokontroller.
Kata kunci: Simulasi MATLAB, Fuzzy, Perebusan Kelapa Sawit


PEMBAHASAN
Dalam sistem pengolahan kelapa sawit, salah satu prosesnya adalah proses rebusan yang dilaksanakan pada stasiun rebusan. Proses rebusan kelapa sawit dilakukan dengan proses tekanan uap air. Variabel yang berperanan penting dalam proses rebusan ini adalah jumlah buah kelapa sawit dan tekanan uap air dalam Sterilizer (salah satu bagian dari stasiun rebusan). Semakin besar buah kelapa sawit mendapat tekanan uap air untuk waktu tertentu, semakin cepat terjadi pemasakan.
Dalam makalah ini akan disampaikan optimasi antara jumlah buah kelapa sawit dan tekanan uap air pada Sterilizer dengan waktu masak. Dengan dapat dihasilkannya optimasi ini, maka akan diketahui kapan suatu buah kelapa sawit yang masuk ke dalam stasiun rebusan dapat segera diketahui, sehingga buah kelapa sawit yang sudah masak dapat segera ditarik keluar. Untuk melakukan optimasi waktu perebusan buah kelapa sawit yang efektif, efisien dan fleksibel, perlu dibangun suatu model simulasi berupa simulasi komputer yang dalam hal ini digunakan perangkat lunak Matlab.
Dalam membangun model simulasi untuk optimasi ini, metode yang digunakan adalah logika fuzzy. Dalam aplikasi logika fuzzy ini, penalaran yang digunakan adalah penalaran fuzzy metode Mamdani. Cara Logika Fuzzy untuk mengetahui waktu memasak buah kelapa sawit, memanfaatkan 2 (dua) inputan yaitu jumlah buah kelapa sawit dan tekanan uap air, dimana masing-masing mempunyai 4 (empat) membership function yaitu:
·            Jumlah Buah Kelapa Sawit = Sedikit (S), Standard (SD), Banyak (B), Sangat Banyak (SB).
·            Tekanan Uap Air = Kecil (K), Normal (N), Besar (B), Sangat Besar (SB).
Output yang di kendalikan adalah didapat waktu memasak buah kelapa sawit dengan mengetahui banyaknya buah kelapa sawit yang akan dimasak dan mengetahui besarnya tekanan uap air yg digunakan untuk memasak.
Pada permasalahan ini telah diketahui bahwa ada 2 input dan 1 output jadi hal ini disebut dengan MISO ( Multi Input Single Output ). Untuk output mempunyai 4 membership function pada masing-masing output yaitu:
·           Waktu Memasak : Cepat (C), Sangat Cepat (SC), Standard (SD), Lama (L).

JUMLAH BUAH KELAPA SAWIT

S
SD
B
SB
TEKANAN UAP AIR
K
SD
L
L
L
N
C
SD
L
L
B
SC
C
SD
L
SB
SC
SC
C
SD
Tabe 1.l FAM (Fuzzy Associative Memory) Kontrol Logika Fuzzy
Keterangan:
JUMLAH BUAH KELAPA SAWIT
S      : Sedikit
SD : Standard
B     : Banyak
SB        : Sangat Banyak

TEKANAN UAP AIR
K     : Kecil
N     : Normal
B     : Besar
SB   : Sangat Besar

WAKTU MEMASAK
C     : Cepat
SC   : Sangat Cepat
SD   : Standard
L      : Lama

Langkah-langkah pengerjaan Fuzzy di MATLAB :

1.      Membuka program MATLAB dengan mengklik ikon MATLAB pada desktop.

2.      Lalu akan muncul form menu utama pilih Fuzzy Logic pada Launch Pad.
  

 Gambar 1.1 Tampilan Program MATLAB


3.      Kemudian muncul FIS Editor untuk memulai simulasi Fuzzy Logic.


Gambar 1.2 Tampilan Jendela FIS Editor Viewer

4.      Selanjutnya pilih Edit > FIS Properties untuk memunculkan jumlah input maupun output. Seperti di tunjukan gambar 1.3


Gambar 1.3 FIS Properties

 5.      Maka akan muncul jendela FIS Properties seperti yang di tunjukan pada gambar berikut.


Gambar 1.4 FIS Editor

6.       Untuk menentukan 2 input dan 1 output pada form klik Edit, atur 2 options yaitu add input dan add output,


Gambar 1.5 Add Variable input / output

7.      sehingga menghasilkan gambar sebagai berikut.

Gambar 1.6 Memberi nama input/output

8.      Klik 2 kali pada input dan output maka akan muncul form Membership Function Editor dimana kita dapat memasukkan variable membership function.


Gambar 1.7  jendela membership functions

9.      Untuk menambah membership function maka klik Edit pada toolbars.Lalu pilih add MFs.


Gambar 1.8  jendela add membership functions

10.  Setelah menentukkan jumlah membership function pada inputan Jumlah Buah Kelapa Sawit, maka kita isi dengan variable sebagai berikut : S, SD, B, SB.


Gambar 1.9  variable inputan Jumlah Buah Kelapa Sawit

 11.  Setelah itu kita isi variable pada inputan Tekanan Uap Air, yaitu : K, SD, B, SB.


Gambar 1.10 variable inputan Tekanan Uap Air

12.  Isi variable pada outputan Waktu Memasak dengan cara yang sama seperti diatas, yaitu: L, SD, C, SC.


Gambar 1.11 variable output Waktu Memasak

13.  Klik 2 kali pada salah satu FIS variable sehingga akan mncul form rule editor,


Gambar 1.12  Rule Editor

14.  lalu isi form rule editor tersebut.


Gambar 1.13 Rule Editor setelah di beri inputan

15.  Setelah menghubungkan input sesuai dengan table defusifikasi maka klik pada View lalu pilih View Rules.


Gambar 1.14  Rule Viewer

16.  Lalu dilanjutkan dengan melihat surface dengan cara klik pada View lalu pilih View Surface.


Gabar 1.15 surface

17.  Setelah mengetahui hasil fusifikasinya sesuai dengan desain yang kita buat maka simpan hasil kita buat dengan cara klik pada File lalu pilih Export » to Workspace.


Gambar 1.16  save current FIS to Workspace

18.  Setelah di-save maka akan terlihat desain fuzzy yang telah kita buat tadi.


28 November, 2011

Kisah Nenek Pemungut Daun

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid.
Selembar demiselembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah isapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”
Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?

Diketik ulang dari buku “Rindu Rosul”, karangan Jalaluddin Rakhmat, penerbit Rosda Bandung,? hal 31-33. cetakan pertama September 2001.
microsky – myQ Pejuang

23 September, 2011

cara mudah partisi harddiks di windows 7

Salah satu kelebihan dari windows 7 ketimbang windows xp, yaitu bisa membuat partisi harddisk secara aman tanpa menggunakan software. Pada windows xp untuk mempartisi harddiskdilakukan dengan menggunakan software semacam Norton partition magic, ranish partition manager, Eazeus Partition Manager dan masih ada yang lainnya.


Mempartisi harddisk merupakan hal yang lebih baik dilakukan pada sebuah computer. Dengan adanya beberapa partisi harddisk, maka kita akan bisa mengatur letak atau lokasi drive untuk system, dan drive untuk penyimpanan data. Dengan demikian jika suata saat windows mengalami crash, atau rusak, dan perlu untuk diinstall ulang, maka data yang disimpan akan tetap terjamin keamanannya. Selain hal tersebut, dengan mempartisi harddisk kita akan lebih mudah dan lebih cepat untuk melakukan defragmentasi, daripada harddisk yang tanpa partisi akan lebih mamakan waktu yang cukup lama. Partisi ini bisa juga bermanfaat untuk mencegah atau meminimalisasi adanya bad sector pada harddisk. Oleh karenanya saya tetap menyarankan agar harddisk yang hanya terdapat 1 partisi, lebih baik di partisi menjadi beberapa partisi.

Bagi sahabat yang menggunakan windows 7, jika ingin mempartisi harddisk menjadi beberapa partisi tanpa menggunakan software, bisa diikuti langkah-langkah berikut ini :



1. Klik kanan [computer] > pilih [manage]
2. Pada jendela “computer management”, pilih [storage] kemudian pilih [disk management].

3. Pada jendela sebelah kanan terlihat jumlah partisi yang telah ada. Kemuian klik kanan pada harddisk yang mau dipartisi. ( Kalau baru terdapat 1 partisi misal C: klik kanan pada partisi C:, kalau sudah ada beberapa partisi “seperti gambar dibawah” dan mau di partisi lagi maka klik kanan pada drive yang mau di partisi lagi ) kemudian pilih [Shrink Volume].


4. Muncul “querying shrink space” dan tunggu sebentar.
5. Muncul jendela shrink. Disini shobat diminta untuk menentukan volume partisi yang mau dibuat. Isikan saja berapa volume sesuai dengan yang shobat rencanakan. Setelah itu klik [Shrink].



6. Maka akan muncullah partisi baru yang masih belum terformat atau free space ( lihat partisi dengangambar hijau ). Sampai disini partisi baru masih belum bisa digunakan



7. Untuk memformat partisi agar bisa digunakan, klik kanan pada “free space” tadi kemudian pilih[new simple volume].



8.  Muncul [New simple volume wizard] > klik [next].
9.   Muncul jendela [specify volume size] > klik [next] lagi
10. Muncul jendela [assign drive letter or path] > klik [next] lagi.
11. Muncul jendela [format partition]. Pada file system pilih saja NTFS, kemudian pada volume label > isikan “nama label drive partisi anda”, kemudian klik [next].


12. muncul jendela [completing the new simple volume wizard]. Sebelum klik finish lihat dulu informasi yang tertera. Kalau belum sesuai dengan keinginan shobat, klik [back], kalau sudah sesuai silahkan klik [finish]
13. Maka partisi harddisk telah selesai dan siap untuk dipergunakan.


Untuk mengecek partisi yang baru, cobalah buka windows explorer. Bila prosesnya telah benar maka akan muncul partisi baru sesuai dengan label yang telah dibuat sebelumnya.
Semoga bermanfaad. :)



14 Juli, 2011

Tata Cara Sholat Sunnah Nisfu Sya’ban

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya sangat yakin pada Khotbah Shalat Jum'at tadi hampir semua masjid memberikan isi tentang keutamaan bulan Syaban, karena bertepatan dengan bulan Sya’ban yang juga sebagai gerbang menuju bulan Ramadhan,  berada di pertengahan bulan ini tepatnya pada tanggal 16 juli 2011 yang tentunya hampir seluruh umat Islam akan melaksanakan sholat sunat nisfu sya’ban. Nah karena sholat sunah ini hanya dilakukan setahun sekali. tidak ada salahnya toh kalau saya menuliskan tata cara sholat sunah ini agar sahabat ingat atau untuk sahabat mualaf.



Shalat sunat Nisfu Sya’ban tahun ini, Insya Allah akan dilaksanakan pada hari Sabtu malam Minggu, tanggal 16 Juli 2011 M (malam 15 Sya’ban 1432 H). Pada malam ini, ditutuplah “Buku Catatan Perjalanan Hidup” setiap manusia. Dan akan dibuka lembaran buku baru untuk tahun yang akan datang. Kita berharap, akhir dan awal dari lembaran buku catatan hidup kita diisi dengan amal kebaikan, disunnahkan pula agar pada siangnya untuk berpuasa.
Niatnya : Usholli sunnatan nisfu sya’ban rok’ataini ma’muman lillahi ta’alaa. Allaahu akbar
(Aku niat shalat sunat nisfu sya’ban 2 rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala. Allahu akbar.
Banyaknya : 2 rakaat (1 kali salam) lebih baik berjamaah.
Bacaannya: Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun
Pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas
Membaca surat Yasin 3x sesudah salam (selesai sholat sunnah Nisfu Sya’ban tsb,) dengan tujuan sebagai berikut:
  1. Setelah pembacaan surat Yasin pertama membaca do’a agar dipanjangkan umurnya untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT, sebanyak-banyaknya.
  2. Setelah pembacaan surat Yasin kedua membaca do’a agar rezeki yang banyak lagi halal kepada Allah SWT agar dapat kiranya dibuat bekal/sangu melakukan ibadah kepadaNya
  3. Setelah pembacaan surat Yasin ketiga membac do’a agar diberikan kekuatan iman dan Islam
Do’a setelah shalat sunat Nisfu Sya’ban:



Artinya : “Ya Allah! Tuhan yang membangkitkan dan tak ada yang sanggup membangkitkan kecuali Dia, ya Tuhan yang Maha Luhur dan Agung dan yang Maha Pemurah memberi nikmat-nikmat. Tidak ada Tuhan yang lain melainkan Engkau yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan dan melindungi orang-orang serta mengamankan dari sekalian yang dikhawatirkan dan ditakuti.
Ya Allah andai kata telah ditakdirkan di sisi Mu akan daku dalam buku Azaly, bahwa aku celaka dan sedikit rezeki, terusir dan diharamkan akan daku maka hapuskanlah (apa-apa yang tercatat/tertulis dalam buku Azaly itu) dengan kemurahan-Mu. Dan tetapkanlah di sisi-Mu dalam buku Azaly itu (tukarkanlah akan keadaan di azalyku itu) dengan kebahagiaan lagi memperoleh rezeki yang dipergunakan untuk kebaikan, sesungguhnya Engkau berkata dan kata-kata-Mu adalah benar; sebagaimana tercantum di dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan atas lisan Nabi-Mu yang diutus (Muhammad saw.), “Yakni dihapuskan Allah barang yang dikehendakinya (perkataan/pernyataan yang menyimpang) dan ditetapkan-Nya di sisi-Nya di Azaly”.
Ya Allah dengan keagunganMu pada malam Nisfu Sya’ban yang mulia / berkat ini, yang memisahkan kepadanya tiap-tiap perkara/keadaan dan urusan yang tepat dan yang dipastikan, hindarkan ya Allah kami dari bala’i/musibah yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui dan Engkaulah yang lebih mengetahui dengannya, sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Pemurah “. Washallallahu ‘alaasayyidina Muhammadin wa alaa aalihii washohbihii wasallam. Walhamdulillahi robbil ‘alamiin.
Dikutip dari buku Fadilah surat yasin dan Tahlil karangan Muhammad Luthfi Mubtadi PenerbitPustaka Islam Indonesia.
Semoga bermanfaat dan mendapat berkah untuk kita semua, aamiin.

Mandikan aku bunda…



Dewi adalah sahabatku, seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not to be the best?,” begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.

Ketika kampus mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang “selevel”, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.

Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, “Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya?” Dengan sigap Dewi menjawab, “Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna”. “Everything is OK! Don’t worry. Everything is under control kok!” begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri. Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.


Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. “Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda”. Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya. 
Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya di rumah apabila ia merasa kesepian. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau ”memahami” orangtuanya. Dengan bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Dewi pada saya, Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya,”Bunda aku ingin mandi sama bunda…please…please bunda”, pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap. Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut. Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. “Bunda, mandikan aku!” Ayo dong bunda mandikan aku sekali ini saja…?” kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya. Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, “Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di ruang emergency”. Ketika diberitahu soal Bayu, Dewi sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang…terlambat sudah…Tuhan sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh Tuhannya. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.

Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata “Ini Bunda Nak….hari ini Bunda mandikan Bayu ya…sayang….! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak..”
Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka. Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil. Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, “Inikan sudah takdir, ya kan..!” Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di panggil, ya dia pergi juga, iya kan?”

Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain. Sementara di sebelah kanannya, suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya. Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, “Inilah konsekuensi sebuah pilihan!” lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.

Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa diduga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat diatas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. “Bayu maafkan Bunda ya sayaang..!!, ampuni bundamu ya nak…? serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.

Sepanjang saya mengenalnya, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini. Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris “Bangunlah Bayu sayaaangku….bangun Bayu cintaku, ayo bangun nak…..?!?” pintanya berulang-ulang, “Bunda mau mandikan kamu sayang….tolong beri kesempatan Bunda sekali saja Nak….sekali ini saja, Bayu..anakku…?” Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.
Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat menusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini…tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur, sesal kemudian tak berguna. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting daripada hanya sekedar memandikan seorang anak.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys